Malam Ini, Tentang Kamu.

Malam tenang ini. Malam redup ini. Malam yang gelap. Langkahku tertuju pada bayanganmu. Pikiranku mengarah pada sosok dirimu. Sosok abu yang semula menerangi hari-hariku, kini kembali memudar entah kemana. Pudar, tak berwarna, ya seperti itulah apa yang kau rasakan padaku. 

Masalah demi masalah yang kita hadapi, kukira awalnya menjadi awal kekuatan kita, awal kedewasaan kita, jalan dimana akhirnya tak ada satupun yang bisa memisahkan kita. Ya, lagi-lagi hanyalah ilusi. Lagi-lagi hanyalah mimpi bagiku. Kau tak pernah nyata bagiku. Aku tak pernah kau harapkan. 

Aku hanya seorang perempuan yang datang kehidupmu, menghancurkan hari-hari indahmu dulu. Penyebab kekesalanmu, penyebab mimpi burukmu. 

Malam ini semua kucurahkan pikiranmu padamu. Entah bagaimana dirimu padaku. Entah sehina apa aku di mataku. Aku masih mencintaimu.

Ya. Aku lelah. Aku lelah memastikan semuanya baik-baik saja. Aku lelah menenangkan diriku sendiri. Aku lelah menyiksa diriku sendiri dengan terus menantimu. Tapi aku tak pernah berharap semuanya berakhir.

Aku memang bodoh. Terus-menerus membiarkan kenangan lama kita berputar-putar di pikiranku. Walaupun kutahu, tak pernah setitikpun bayangan diriku yang kau harapkan. 

Bertepuk sebelah tangan? Kurasa tidak. Kau dan aku pernah menjadi 'kita', sebelum akhirnya semuanya terbuang menjadi kenangan. 

Benci? Kurasa tidak. Aku sangat menginginkan sosok dirimu menemani hari-hariku. Namun aku tahu, kau pun yang telah membuang diriku ke jurang, tanpa pernah ada perang. 

Yang kau sebut cinta, hanya imajinasi untukku. Kenyataan pahit kini harus kutelan. Senyummu, tawamu, sendaumu, lenyap.

Kau, satu-satunya yang kutunggu. Juga kau, satu-satunya yang harus kuhindari.

Bolehkah kini aku hanya sekedar menatapmu dari jauh? 

Komentar

Posting Komentar

Tulis komentar yang penting-penting aja. Kalau bisa jangan sosoan ngelucu atau pinter di blog saya. Nanti malu sendiri loh.