Waktu hari kamis, tanggal 16 Februari 2012, Ibu Endang, guru bahasa Indonesia 8B anu-pang-geulisna-tea nugasin 8B buat bikin drama buat UH 2 (kalo gak salah). Nah, waktu itu aku, Kiki, Sandy, Lukman, sama Aulia sepakat buat sekelompok. Kelompok udah kita tentuin tuh, eh tapinya kata Bu Endang satu kelompok itu harus terdiri dari 7 orang. Akhirnya Dara sama Gina masuk kelompok kita. Kita bingung mau mentasin drama apa. Ada yang bilang tentang keluarga, tapi itu udah biasa banget. Ada yang bilang tentang persahabatan, ah bosen sih. Percintaan? takutnya ga masuk sama apa yang penonton mau tonton. Nah akhirnya aku ngusulin, gimana kalau dramanya itu berdasarkan novel yang paling aku suka, yaitu 3600 detik. Novel ini tuh sebenernya sedih dan sad ending (aku aja bacanya bari ceurik :P) tapi di drama ini kita buat banyak perubahan. Kita sepakat aja tuh ya bakal peranin drama 3600 detik. Nah, buat tokoh-tokohnya:
1. Sandra : Kiki Novatiani S
2. Leon : Lukmanul Hakim R
3. Winda : Jasmine Alya P
4. Silverster : Resandy Dwi R
5. Pa Donni : Mochammad Aulia
6. Sinta : Gina Ghaisani
7. Narasi : Serafina Dara F
Nah, pas tampilnya sendiri sebenernya dibilang sukses enggak, dibilang gagal juga enggak. Kenapa? soalnya dibilang sukses ya, ada temen kita juga yang sedih nonton drama ini. Kalau gagalnya, tokoh-tokohnya sibuk sendiri sama ganti baju, jadi weh riweuh.
Teks nya kayak gini nih:
1. Sandra : Kiki Novatiani S
2. Leon : Lukmanul Hakim R
3. Winda : Jasmine Alya P
4. Silverster : Resandy Dwi R
5. Pa Donni : Mochammad Aulia
6. Sinta : Gina Ghaisani
7. Narasi : Serafina Dara F
Nah, pas tampilnya sendiri sebenernya dibilang sukses enggak, dibilang gagal juga enggak. Kenapa? soalnya dibilang sukses ya, ada temen kita juga yang sedih nonton drama ini. Kalau gagalnya, tokoh-tokohnya sibuk sendiri sama ganti baju, jadi weh riweuh.
Teks nya kayak gini nih:
3600 DETIK
Ini adalah sebuah kisah mengenai seorang gadis bernama
Sandra yang mengalami tekanan batin yang sangat dalam. Hal ini karena suatu
peristiwa yang terjadi di keluarganya.
Disuatu pagi yang cerah, Sandra terbangun karena suara
bising yang ada dibawah. Ternyata itu adalah suara pertengkaran ibu dan
ayahnya.
Winda :”Pah, aku tau aku punya banyak kesalahan,
tapi masalahnya kan dapat diselesaikan secara bersama.”
Silvester :“Diselesaikan secara bersama?! Aku
udah gak tahan lagi sama semua ulah kamu! Banyak ya, gak bisa dihitung semua
ulah kamu. Selingkuh, focus kerja, kapan mikirin kamu mikirin anak kamu?!”
Winda :”Kalau
emang menurut kamu aku udah gak pantas untuk kamu, kita cerai aja! ( Menangis
).”
Silvester :”Baik, kita ketemu dipersidangan
minggu depan!”
Tiba-Tiba..
Sandra :”Papa
sama mama mau cerai?! Kenapa?! Kok papah tega ninggalin aku?! Kenapa gak
diselesaiin aja bersama sih?!”
Silvester :”Sandra, ini gak semudah yang kamu
kira, ada kalanya sebuah masalah dirumah tangga gak bisa diselesaikan.”
Sandra :”Papa
mau kemana kalau cerai?!”
Silvester :”Papa mau keluar negeri, tapi papa
janji papah gak bakal “miss communication”
Sandra :”
Papah jahat! Ini semua pasti gara-gara kamu! dasar perempuan iblis! Kalau bukan
karena kamu, papah gak bakal minta cerai!”
Winda :”Tapi..”
Silvester :”Sandra! Jangan gitu ke ibu kamu!”
Sandra :”Kalian gak bisa ngertiin aku”
Sandra pun berlari ke kamarnya, dia berlari dengan wajah
yang amat kesal. Dia membanting pintu didepan muka orang tuanya. Setelah
kejadian itu, Sandrapun menjadi pendiam, dia hanya mengurung dirinya dikamarnya
selama 2 minggu. Dia hanya keluar untuk minum, dan jika ingin makan, dia
membeli makanan dari luar, tetapi diam-diam.
Setelah 2 minggu, ayah Sandra ingin berpamitan untuk pergi.
Silvester :”Sandra, papah mau berangkat dulu,
kamu jaga diri kamu ya nak ya? (didepan pintu kamar Sandra yang terkunci rapat). Sandra jangan gitu dong sayang, kan masih
ada mamah.”
Tangisan Sandra semakin keras, Setelah keberangkatan ayahnya,
Sandra menjadi anak yang nakal dan pembangkang, dia sering merokok, mengecat
rambutnya, tidak rapih dalam berpakaian, dan sering bolos sekolah. Dia sudah
lebih dari 10x pindah sekolah. Akhirnya, Winda memutuskan untuk memasukan
Sandra ke sekolah yang beretika tinggi.
Di hari pertama sekolah. Sandra mengenalkan dirinya didepan
teman kelas barunya
Pa Donni :”Pagi semua, kali ini kita memiliki seorang
teman kelas baru, silahkan Sandra”.
Sandra :”Halo, saya Sandra”.
Pa Donni :”Tidak ada yang ingin kau sampaikan lagi?
Mungkin hobi atau yang lainnya?”
Sandra :”Gak. (dengan tatapan kosong)
Pa Donni :”Kau yakin?”
Sandra :”Ya pak! Cerewet banget deh!”
Waktu istirahat pun tiba, tiba-tiba Sandra terpaku dengan
suara piano yang sangat indah. Suara itu berasal dari aula. Ternyata seorang
lelaki sedang bermain piano.
Sandra : (meninggalkan ruangan aula)
Leon :”Tunggu, aku gak pernah ngeliat kamu
sebelumnya, apa kamu murid baru?”
Sandra :”Gue baru pindah tadi pagi(sambil menyalakan
rokoknya).
Leon :”Jangan ngerokok”
Sandra :”Kenapa? Lo mau bilang kalau itu gak baik
buat kesehatan gue?
Leon :”Justru gak baik untuk kebaikan aku,
jantung aku lemah, aku gak bisa olah raga. Hmm.. sehari-hari hanya untuk bulak
balik ke rumah sakit.
Sandra pun hanya diam meratapi Leon. Saat malam hari
sandrapun pergi ke klub malam untuk melepas stressnya. Setiap Sandra ke club
malam dia selalu menggunakan ktp ibunya agar dapat masuk kedalamnya. Selain itu
juga dia selalu menggunakan uang ibunya untuk pergi ke clubmalamnya….
Saat pukul 3 dinihari
Winda : “darimana kamu?!”
Sandra : “……………”
Winda : “JAWAB! Kamu darimana?!”
Sandra : “Emang kamu mikirin gue? Lo kan Cuma
focus sama pekerjaan lo doing, ga pernah mikirin gue”
Winda : “Sandra ini ibukamu!! Kamu masih terus
kaya gini? Sampai kapan kamu benci sama ibu kamu Sandra?”
Sandra : “sampai lo mati!”
Sandrapun lari ke kamarnya……. Berhari hari Sandra tidak
masuk pelajaran melainkan ia hanya berjalan jalan disekitar sekolah. Lama
kelamaan dia sangat sering bertemu dengan Leon murid yang sangat pintar di
sekolah. Leon adalah orang yang sangat gigih. Ia selalu meyakinkan Sandra bahwa
ia akan membuat Sandra menjadi baik dan membuat Sandra menjadi temannya.
Sandra : “lo ko ga kapok kapok sih? Gue udah
berkali kali nyakitin hati lo tapi lo tetep aja deketin gue.”
Leon : “ga apa apako… aku tetap akan
meyakini kamu bahwa kamu anak yang baik”
Sandra : “lo ko gigih banget sih?”
Leon : “karena aku baru pertama kalinya
dimarahi oleh seseorang”
Lama kelamaan Sandra dan Leon pun menjadi akrab.. selain
itu juga penyakit leon menjadi semakin parah. Karena hal itu Leon pun harus di
oprasi. Saat Leon masuk rumah sakit…
Sinta : “ ini udah ga bisa ditolong
lagi, mama minta maaf ya”
Leon : (menangis) “ga apa apa ko ma… aku tau
aku ga akan lama lagi”
Sinta : “ jangan ngomong gitu (menangis)”
(kamar pasien)
Sandra : “hay leon, kamu ga apa apakan?”
Leon : “ sebenernya aku berencana untuk
melakukan oprasi jantung”
Sandra : “apaaa? Itukan berbahaya kalau itu gagal
kamu akan mati”
Leon : “aku tau, tapi kalau aku berhasil aku
akan sembuh kan?”
Sandra : “Sebenernya aku kesini aku mau
mengajakmu ke suatu tempat yang belum pernah kamu kunjungi sebelumnya.”
Leon : “Kemana?”
Sandra : “udah ikut aja..”
Leon : “tapi aku harus bilang dulu ke mama
dan papa, karena sebentar lagi oprasi ku akan segera dimulai”
Sandra : “yaudah sana”
Sinta : “Sandra, tolong jaga Leon baik-baik
ya.. ini kesempatan terbaik dalam hidupnya. Ia bisa merasakan kehidupan normal.
Terima kasih ya..”
Sandra : “Siap tante!”
Ternyata Sandra mengajak Leon ke taman hiburan
Leon : “Sandra…”
Sandra : “Naaah, gimana? Aku boleh kan minta
waktu kamu 3600 detik aja? Buat bisa ngerasain kehidupan normal sebelum kamu
dioperasi. Kehidupan normal yang bukan Cuma di rumah sakit”
Leon : “aa..aaaku ga tau mau bilang apa
lagi.. makasih banget ya”
Setelah beberapa waktu mereka bersenang-senang, mata Leon
tertuju pada pedagang gulali
Leon : “itu apa?”
Sandra : “Itu gulali, kamu mau?”
Leon : “Oh..hehe maaf aku ga tau, di rumah
sakit gaada yang jual sih”
Menghampiri tukang gulali
Leon : “Mas.. Mau dong satu”
Tk. Gulali : “Boleh dik, berapa?”
Sandra : “dua ya”
Leon : “Wah! Enak ya manis”
Sandra : “Iyaaa”
Diperjalanan pulang, Leon merasakan sesak di dada nya,
pegal dan pusing.
Sandra : “kamu kenapa?”
Leon : “kamu jalan aja duluan, aku gapapa
kok”
Sandra : “kamu kecapean? Aku beliin minum dulu
ya”
Sandra beli minum, tanpa sepengetauan Sandra Leon pun
pingsan. Sandra pun membawa leon ke rumah sakit
Sinta : (keluar dr ruang operasi dan nangis)
Sandra : “kenapa tante?”
Sinta : “Sandra, makasih udah mau jadi teman
terbaik Leon. Doakan selalu dia agar dia diterima di sisi tuhan yang maha esa”
Sandra : “jadi.. Leon udah ga ada?”
Sinta dan Sandra menangis
Esoknya, dengan suasana haru, Sandra mengunjungi pemakaman
Leon, ingin berziarah ke makan sahabat terbaiknya.
Sandra mencium nisan
Sandra : “yang tenang ya sahabat terbaikku, kau
telah membuat hari-hariku menjadi tidak sesuram ketika orangtua ku memutuskan
berpisah”
Sandra mau pulang
Winda dan Silvester datang
Sandra : “mama, papa. Ada apa kalian kesini?”
Silvester : “kami ingin melihat pemakaman sahabat
terbaik putri kami”
Sandra, Silvester, dan Winda berziarah, memberikan kembang
dan berdoa.
Komentar
Posting Komentar
Tulis komentar yang penting-penting aja. Kalau bisa jangan sosoan ngelucu atau pinter di blog saya. Nanti malu sendiri loh.