Cerita Karangan Aku :-) belum dikasih judul .gatau apa judulnya

Metha dan Mitha. Dua anak kembar ini. Mereka terlahir pada 2 Oktober 1994. Metha lahir 2 Menit duluan dibandingkan Mitha
dengan mata biru yang indah, mereka mempunyai daya tarik yang sama-sama menarik. Ya dua-dua nya keturunan Belgia-Padang. Walaupun rupa mereka sekilas tidak ada bedanya. Ternyata banyak perbedaan dalam diri mereka Metha yang terkesan sangat tomboy dan Mitha yang terkesan sangat feminim. Cara membedakan mereka mudah, lihat saja jika bulu mata itu lentik, berarti itu adalah Mitha, dan jika mempunyai tahi lalat di sekitar bibir bawah berarti itu adalah Metha, si tomboy. Mudah kan? Dan sifat mereka sangat jauh berbeda. Lihat saja, Metha yang terkesan cuek dan rada egois itu dengan Mitha yang begitu perhatian pada siapapun dan selalu bertutur sapa jika ada yang bertemu dengannya. Ya, tanpa berlama-lama lagi kita mulai cerita ini. Lets begin……………
----------------------------------------------------------------------------------------

“Ya tuhaaaaaaaan . ini kamar cewek atau kapal pecah sih?berantakan gak beraturan sekali !” teriak mama di ruang kamar Metha. Mama mulai membereskan kamar dan menemukan sesuatu. Yaitu buku harian Metha. Mama mulai membersihkan buku itu lantaran buku itu sudah berdebu sekali. Sekali mama terbatuk dan tertawa kecil “anakku , orang yang tomboy , masih suka menulis buku harian? Haha” kata mama. Ketika mama membuka lembar pertama, Metha masuk ke kamar dan menghardik mama sedang membaca buku hariannya “Mama ! apa-apaan sih ! itu kan privasi Metha ! mama gak sopan banget baca rahasia orang !” amarah Metha seraya memasang muka ‘ganas’ nya itu. “Haha ! ternyata anak mama tomboy begini masih suka menulis buku harian juga ya!” jawab mama santai seraya mencubit pipi Metha dengan gemas. “Mama! Aku bukan anak 6 tahun lagi ! mama keluar aku akan membereskan kamarku sendiri saja !” jawab Metha. “baiklah anak imut penulis buku harian” jawab mama sambil keluar dari kamar Metha yang luas itu.
“ah apa-apaan sih mau tahu urusan gue aja tuh ah” ketika Metha sedang sibuk marah-marah , hp nya berdering lagu ‘sudahi perih ini’ milik d’masiv menandakan ada sms masuk.





085734******
‘MetH jal4n yuK ,, bt Neeh guW ,, guW tRakTir dech……’

“ah,ternyata dari si Ghina. Gue kira dari Reza” kata Metha sambil cemberut.

Dan Metha langsung mengetik keypad dengan jari-jarinya

082157****
‘gk akh gwe gye bte . lw ja sana sm c farah ,, gwe gk m00d . I’m not in the mood ..’

085734******
‘akh ,, lw gg stia kawan beud sich ?? mlz akh guW ngajak lw ,, guW ajk mlh gg maw padahal guW nraktir nich !!’

082157****
‘gk gk gk gwe bilang gk berarti gwe gk mo !’


085734******
ywdh dech padahal add Reza loch ,,’

082157****
‘akh masa c ??’ balas Metha tidak percaya.

Langsung Metha mencari contact ‘Rezaaa :-*’ dalam ponsel nya dan langsung mengetik sms singkat

082157****
‘Rez ,, lw mank ikt jland brenk Ghina ??’
-repz-

Sent.

Lalu ada dering sms masuk , Metha girang ia yakin itu balasan sms dari Reza

085734******
‘y iylakh’
ternyata sms itu dari Ghina. Metha tidak membalasnya ,ia butuh jawaban dari Reza.



‘cukuuuup sudaaaaah kau sakiti aaaku lagiii serpihan perih iiini akan kubawaa maaaati oooooo’ dering sms berbunyi kembali. Dan kini dari nomor Reza.

087809*****
‘g gw g ikut mang kt sp?’

“Yess! Dari nomor Reza” cepat-cepat Metha membalas pesan singkat kepada Reza.

082157****
‘Kt c Ghina ,, jd lw gk ikut ?? akh tukang boong bgd c ghina !! X( ‘

087809*****
‘oh’
“Cuma oh? Balesannya Cuma oh? Huaaaaaaa!” teriak Metha sampai terdengar papa nya yang sedang membaca Koran.
“ada apa sih diatas?” Tanya papa marah-marah. Kali ini pertanyaan papa tidak dijawab oleh Metha.

082157****
‘zzz’


087809*****
‘Sibuk g loe skrg ?’ balasan dari Reza

082157****
‘gk knp’ balas Metha dengan singkat

087809*****
‘gw mw ajak loe nonton ,, klau mw kt nntn 2012 =)’
Metha membaca pesan singkat tersebut sambil kegirangan bukan main. “This is my best day, special day ! Reza ngajak gue kencan dan mungkin aja dia bisa nembak gue wooohooo!!!!”. Saking kegirangan, Metha lupa belum membalas pesan Reza.



087809*****
‘loe mw ikut g??film ny dimulai jam 2 ! kalau loe g bls sms ni smp jam 1 gw batalin aj’


082157****
‘ekh, sori sms lw lpa gwe blz gwe brusan abz ngrjain tugaz. Sori bgd y,, y gwe mo ikut :))))’


087809*****
‘ok 10 mnt lg gw jemput loe’

Metha girang bukan main. Dia loncat-loncat kasur sehingga dia lupa bahwa 5 menit sudah berlalu “ghosssssst gue lupa mau pake baju apa!ah seadanya aja deh!”

Lagi lagi dering sms Metha berbunyi kembali, kini dari Ghina

085734******
‘lw jd maw ikt gg sich ??xmx guw gg di lz !’

082157****
‘sori Ghin ,, gwe dah add janji sm Reza nonton 2012 ,, see you next time ! :p’

Metha melihat arlojinya.
10 menit sudah berlalu.
15 menit sudah berlalu.
20 menit sudah berlalu.
“ah, Reza mana sih ? kok gak dateng-dateng? Gue balik aja deh ke rumah” kata Metha berbiara sendiri dengan ketus. Tetapi ketika Metha membuka pintu rumah untuk ia masuk kembali, tapi ada suara klakson motor “Meth, cepetan ntar kita telat!” kata Reza. Lalu beberapa detik dia tertawa-tawa kecil. “kenapa sih?” Tanya Metha penasaran. “lu mau nonton apa mau ke kondangan?ngapain pake dress?” jawab Reza dengan kembali tertawa. “begooooo gue lupa ! tunggu bentar ! 3 menit !”

3 menit berlalu

“gitu dong baru itu Metha cantik ;-)” puji Reza sambil mengedipkan mata—genit. Metha tersenyum malu. Kini kedua nya tersenyum sendiri.

“lu udah pesen kursi Za?” Tanya Metha “udah,tenang aja. Pokoknya strategis deh” kata Reza sambil mengacungkan jempol.

Keluar studio Reza mengajak Metha makan “makan yuk?mau dimana?kentucky aja ya? Gue ga bawa uang lebih” . kali ini Metha hanya menganggukan kepala menandakan iya.
“lu kenapa sih? Kok diem aja dari tadi?” Tanya Reza penasaran. “gak ada apa-apa kok! ” jawab Metha dengan nada meyakinkan. “sebenernya lu perlu tau, perasaan gue gak enak mulai masuk studio za” kata Metha dalam hati.


“Meth…..” “ya Za?” jawab Metha. “saudara kembar lu, Mitha udah punya cowok belum ?” Tanya Reza dengan mata berbinar. Kali ini Metha harus menjawab dengan tampang kecewa, “gak tau”. “loh kok gak tau ?ntar kasih tau gue ya kalau dia single ntar lu mak comblangin gue ya?” pinta Reza dengan nada memohon. Kali ini tidak dijawab Metha. “Meth..lu kan udah gue anggep sahabat sendiri..mau kan bantuin sahabat? Yaya???”sekali lagi Reza memohon. Metha tidak tega melihat tatapan mata Reza yang tidak pernah ia lihat sebelumnya. Dengan perasaan tidak rela bercampur kasihan Metha mengangguk seraya mengatakan “gue usahakan”. “makasih banget Meth lu emang sahabat paling baik yang pernah gue temui!” kata Reza seraya memeluk Metha dengan erat. “yaah, walaupun gue sedang dipeluk orang yang gue sayang, tapi pelukan itu bukan buat gue. Mungkin ini pelukan yang pertama dan terakhir yang gue dapatkan dari Reza sebelum dia menjadi milik saudara kembar gue sendiri” kata Metha berkata dalam hati.

Sehabis pulang, Metha langsung merebahkan badannya ke kasur empuknya. Dia tidak mau lagi mengingat kejadian di Kentucky tadi, tapi tiba-tiba air mata melinang dari mata biru cewek keturunan belgia-padang ini. “gak mettttt lupain kejadian tadi lupainnn!” kata Metha berbicara sendiri. “tapi gue gak bisa gitu aja ngelepasin Reza dari gue…….”kata-kata itu tiba-tiba dilontarkan dari mulut Metha. Metha langsung mematikan hpnya , menghapus nomor Reza dari contacts nya dan terisak-isak di malam hari sekitar pukul 11 malam.

Esok hari , Mitha terbingung kenapa mata saudara kembarnya bisa lebam seperti itu “Meth mata kamu kenapa?” Tanya gadis cantik itu. “gak apa-apa” balas Metha singkat.”bener gak apa-apa?”Tanya Mitha dengan penasaran. “iyaaa gue enggak apa-apa ! Mith, lu udah punya cowok ?”, “tumben nanya beginian kamu.enggak,aku enggak punya pacar. Aku gak mau pacaran dulu. Its my time to studying and studying no time for dating” balas cewek cantik ini yang pernah menjuarai olimpiade fisika se-nasional ini.”kalau suka?”Tanya Metha “no one” jawab Mitha seraya pergi ke kamarnya agar tidak ditanya-tanya terus oleh kakak kembarnya itu.

Di sekolah, Metha tidak bertutur sapa dengan Reza, berbeda dengan ia dulu selalu tersenyum jika Reza lewat, dan jika Reza membalas senyum itu ia langsung kegirangan heboh. Teman-temannya ikut bingung. “apakah Metha sakit?” itu yang terus terbesit di pikiran semua teman-temannya. “Meth, lu kenapa sih?”Tanya satu temannya yang memberanikan diri bertanya, Rani. “gak apa-apa.”jawab Metha singkat. “lu lagi gak enak badan ya?”timpal Dyna.”iya”jawab Metha. “oooo”teman-temannya mulai membentuk huruf ‘O’ di mulutnya.”sakit apa Meth?”Tanya Ghina.”sakit hati”balas Metha dan ia langsung berlari ke kamar mandi. Teman-temannya begitu terheran melihat sikap Metha akhir-akhir ini. Ony dan Farah menyusul Metha ke kamar mandi dan ia melihat Metha sedang menangis kecil di kamar mandi. “gue samperin”Ony tiba-tiba memberanikan diri.”jangan dulu”cegah Farah,”kita lihat dulu, dia nangis gara-gara apa”
3 Menit
5 Menit
7 Menit
“yaah, dan kita udah ngabisin 7 Menit buat ngeliat Metha nangis?kita ngebuang waktu istirahat kita Rah!”keluh Ony.”siapa itu?”Tanya Metha”gue kayak ngedenger orang ngomong! Itu siapa?orang atau kucing?” ,”kucing” jawab Farah “begoooook lu Rah mana ada kucing bisa ngomong kayak kita?”marah Ony.”oh ya gue lupa.yuk cabut ntar ketauan”jawab Farah seraya memegang tangan Ony dan lari ke loker.

Keluar dari kamar mandi, secara tidak sengaja Metha melihat sesuatu yang ganjal. Ya itu Reza dan Mitha duduk berdua di pohon rindang dekat Lab Komputer itu. Metha mendengarkan sedikit percakapan mereka “Mitha, kamu mau gak ajarin aku fisika? Besok Aku ulangan fisika dan kayaknya soalnya susah” mohon Reza.”oooh,boleh-boleh kok! Kapan dan dimana?” “dirumah kamu aja boleh ga?ntar pulang sekolah?” “boleh” jawab metha sambil tersenyum 

Di rumah, ada yang menekan bel rumah pertanda ada tamu datang “Meth, ada Mitha?” ohlala ternyata tamu itu adalah Reza. “di atas” jawab Metha ketus dan kembali ke kamarnya.”hey, kok kabur ? mau belajar bareng gue gak ?besok ulangan Fisika loh”. Cegat Reza . “oh terus?” jawab Metha lagi-lagi ketus “kenapa sih lo jadi berubah sikap gini ke gue?semenjak lu tau gue suka sama saudara kembar lu”Reza menyimpulkan. Ketika Metha ingin berbicara mulut nya itu disergap oleh jari telunjuknya Reza”kita kan sahabat. Gue sayang lu, tapi sebagai sahabat. Kita udah bareng-bareng dari kelas 4 SD. Masa lu mau ngancurin persahabatan kita berdua gara-gara gue suka sama Mitha” “terserah lo” jawaban ketus Metha lagi-lagi terlontar dari mulutnya dan ia segera lari ke kamar nya. Mitha datang dan ia memulai belajar bersama Reza.

Di sekolah, kelas XI-8 , kelas Metha dan Reza sedang ujian tengah semester di ruang fisika. Reza begitu cepat dan tepat menjawab soal-soal ujian. Belum 30 menit ia sudah menyelesaikan 50 soal. “ini semua berkat Mitha ” batin Reza didalam hati seraya mengeluarkan senyuman dari mulut cowok kelahiran 4 Januari 1994 ini. Ia mengalihkan penglihatan pada Metha, ‘sahabatnya’ itu. Ia lihat Metha sedang kewalahan menjawab soal-soal yang diberikan, ia tahu Metha semalaman tidak belajar, Metha membalas tatapan Reza dan Metha segera membuang mukanya. Tragis.

Keluar dari ruang fisika, rambut Metha tidak tertata dan acak-acakan, sepertinya iya kewalahan menjawab soal-soal yang diberikan Pak Solihun, guru fisika SMA Sosial.
Metha melihat Reza sedang menuju ruang Kesenian, biasanya Mitha sedang berada disitu untuk mengurusi acara PENSI di sekolahnya. Metha menguntiti Reza dan benar saja, ia menuju Ruang Kesenian. Ia melihat Reza memeluk Mitha “makasih banget Mith, karena kamu aku bisa ngerjain ujian tadi. Soalnya sama banget sama yang kayak kita belajar kemarin!”ucap Reza girang.”bagus deh kalau kayak begitu ” jawab Mitha. Reza langsung pergi ke lapangan dan tanpa sepengetahuan Mitha “mau ngapain ya itu?”Tanya Mitha dalam hati.

“kejutan!selamat ulang tahun Mitha Andjani Qintamy!”kejut semua teman Mitha disana ternyata ada, Ony, Sechill, Sarah, Badrun, Vena, Yoga dan Yogi yang kembar, dan semua teman-teman ketika dia di sekolah ini, teman-teman X-2 yang dulu ia belajar disitu dan teman-teman XI-1 yang sekarang ia belajar, dan ternyata ada guru-guru, adik kelas, dan kakak kelas yang ikut memberi kejutan! Mitha senang sekaligus ia merasa ganjil “jika ulang tahunku dirayakan sekarang, mengapa Metha tidak ikut dirayakan?oh mungkin ia sudah dirayakan duluan”pikir Mitha. Daaaaan olala ada second surprise untuk dia yaitu Reza, ya Reza. Dia menyatakan perasaan dia terhadap Mitha, sungguh tidak diduga. Sebenarnya Mitha juga menyimpan perasaan terhadap Reza. Kedua tersipu malu. Dan, sesingkat itu mereka menjalin hubungan yang dulu ‘teman’ sekarang ‘pasangan’. Sungguh kejutan terbaik yang pernah ia dapatkan.

Metha duduk sendiri dibawah pohon rindang yang dulu diduduki oleh Reza dan Mitha.tidak ada keganjalan sedikit dibenaknya.tapi hatinya berkata lain. Lekas ia pergi ke lapangan dan ia melihat kerumunan orang-orang.dan ia melihat, orang yang ia sayang semenjak menginjak bangku menengah pertama, berpelukan dengan saudara kembar nya sendiri. Begitu menyakitkan baginya, seperti ia tidak memiliki gairah hidup. Sungguh konyol jika ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, itu gila.pikirnya.

Di saat bahagia seperti ini, Mitha baru tersadar akan saudara kembar nya yang belum muncul juga, lekas ia melepaskan pelukan Reza “bentar, aku mau mencari Metha. Ia tidak terlihat disini. 10 menit” . Mitha berlari menuju loker Metha, tapi tidak ditemukan dirinya, hanya loker yang terbuka, disana ada foto Metha merayakan ulang tahun nya yang ke 14 bersama Reza, ia membalikan fotonya dan ada tulisan ‘mungkin ini kenangan terakhir good bye Za gue Cuma mau bilang, gue sayang lu tapi gue gak mau bikin adek kembar gue kecewa’ Mitha berlari dan membiarkan loker kaka kembarnya itu terbuka, ia berlari ke ruang kesenian dan ia menyesali perbuatannya “apakah aku salah?kaka kembarku merelakan perasaannya demi aku, dia membunuh perasaannya sendiri karena aku.sebegitu kejam nya kah aku?”Mitha menghapus air matanya yang berlinang dan kembali ke ruang Fisika untuk ujian tengah semester. Fikirannya kacau. Ia tidak bisa fokus mengerjakan ujian. Fikirannya hanya tertuju kepada Metha dan Reza. Pak Solihun menegur Mitha dan Pak Solihun melihat ciri-ciri bahwa Mitha sedang kesakitan. Lekas mitha menuju ruang uks dan menenangkan dirinya.

Reza menjenguk Mitha “kamu nggak apa-apa?”. “enggak, Cuma capek aja” jawab Mitha lemas. “bagaimana dengan Metha?udah ketemu?”Tanya Reza kembali. “belum”jawab Mitha singkat. “ayo kita pulang, aku antarkan ya”tawar Reza. Mitha mengangguk sembari tersenyum 

Di rumah, keadaan Mitha belum membaik,

‘Me plus you I’ll tell you one time’ one time milik Justin Bieber yand digunakan sebagai dering sms Mitha berbunyi segera ia membuka dan dari Reza
087809*****
‘kmu g pp ? msh skt ng ?’

Segera Mitha membalas

089812******
‘ak ngga papa km gag usah khawatir :-)’

087809*****
‘makan yg bnr y’
Mitha menutup ponselnya dan bergegas ke kamar kakak kembarnya. Tidak ada Metha disana mungkin ia sedang menyendiri di balkon. “Semenjak kejadian kemarin di lapangan, Metha tidak pernah berbicara padaku lagi, aku harus minta maaf?” gumam Mitha. Ia keluar dari kamar Metha dan menginjak sesuatu, ternyata itu buku harian Metha. Tadinya Mitha tidak ingin membuka rahasia kakaknya itu, tapi ntah mengapa, dia juga jadi penasaran juga, akhirnya buku itu ia ambil secara diam-diam.
Setelah mencari tempat yang aman, dia mulai membuka buku harian kakak kembarnya itu . lembar 1 dan seterusnya ia buka, awal diary itu menceritakan tentang ospek ketika masuk sma, lembar selanjutnya tentang teman-temannya di sma, lembar seterusnya tentang dia mengapa menjadi tomboy, dan……lembar-lembar berikutnya menceritakan tentang Reza; bagaimana ia suka; dimana ia pertama bertemu Reza; sikap-sikap Reza terhadapnya ketika bangku menengah pertama; dan kenangan-kenangannya bersama Reza, seketika itu air mata berlinang dari mata Mitha, ia merasa telah menjadi pembunuh, membunuh perasaan Metha . ketika ia menutup buku harian, angin menghembuskan halaman-halaman sampai halaman yang terakhir Metha tulis








2 Oktober 2010
12;36
Diary,
Diary ini aku tulis ketika selesai ulangan trigonometri, dan kuharap Bu Asih tidak melihatku menulis ini.
‘cinta tak harus memiliki
Tak harus menyakiti
Cintaku tidak harus mati’
cocok dengan kisah ku hari ini, hatiku tergores tapi tidak dengan silet , dengan gergaji yang sudah dirancang agar aku bisa mati sekarang.
Di mulai pagi hari, tidak ada satu orangpun yang ingat ulang tahun ku yang ke 16 hari ini, mereka sibuk dengan Mitha. Baik memang tidak ada yang mau mengharapkan aku ada di dunia ini. Lalu ketika pukul 9 pagi tadi sesuatu yang membuatku mendekat ajal datang, Reza jadian dengan Mitha, saudara kandungku sendiri. Itu sangat membuat ku sakit hati, ntah kenapa, penyakit ku kambuh, aku sangat sakit kepala kronis tadi pagi, aku mual-mual dan mengeluarkan darah. Obat ku tertinggal di tas, aku tidak mau satu orang pun terbebani karena penyakit ku ini. umur aku 2 bulan lagi,menurut dokter . Kelas 9,Reza nembak gue. tapi itu Cuma bisa bertahan 3 bulan,
‘dan gue beruntung pernah jadi milik Reza walaupun Cuma 3 Bulan.’


Air mata Mitha lagi-lagi berlinang, ia mengusap dan tidak membiarkan air matanya terjatuh. Setelah aman, ia membalikan buku ke dalam kamar Metha.

Mitha bingung, apakah ia harus mutusin Reza demi kakak kembarnya yang umurnya tinggal 2 bulan itu atau ia harus mempertahankan hubungannya yang baru seumur jagung itu, demi Reza?ya, Mitha mendapat petunjuk. Dia bergegas mengambil ponselnya dan menelpon Reza.
‘Za, mau bantuin aku ngga?’
‘Ya mau dong, bantuin apa?’
‘putusin aku’
‘hah?!?!’
‘engga jelas ya?’
‘engga bukan gitu, tapi kenapa kamu minta aku putusin?’
‘demi Metha’
‘dia kenapa?’
‘bahagiakan dia selama 2 bulan, please aku mohon.’
‘setelah 2 bulan kita bisa bareng lagi?’
‘itu terserah kamu’
‘emang nya dia kenapa sih?’
‘ntar juga kamu tau, tapi please aku mohon sama kamu tolong bahagiain Metha selama 2 bulan’
‘hm..’
‘kenapa hm? Ayolah’
‘baiklah =)’
‘makasih banget ya, tapi inget kamu harus tulus sama Metha’
Dan Mitha mulai memberi tahukan maksudnya dan apa yang harus dilakukan Reza, dan Reza setuju.
‘oke, aku setuju’
Dan Mitha menutup ponselnya.

“Mah aku kerja kelompok dulu—uhuk ya” sahut Metha. “kamu sakit Meth? Jangan! Kamu istirahat saja dulu di rumah sampai kamu sembuhan”Mama mengingatkan. “gak mah aku barusan Cuma kena debu doang”Metha menjelaskan. Mitha yang mendengarkan percakapan itu merasa iba sekali dengan Metha “sayangnya aku gak bisa Bantu, mungkin dengan Reza bisa memberikan Metha semangat hidup”kata Mitha sambil menghapus air matanya yang berlinang.
Mitha langsung membuka ponselnya dan mengetik pesan

089812******
‘Rez, its ur turn’

087809*****
‘oke’

089812******
‘tpi km tulus kn?kmu syg dy kn?’

087809*****
‘y , dy sahabat ak , ak g mw ad ap2 sm dy’

“mudah-mudahan ini bisa membuat Metha lupa dengan penyakitnya” gumam Mitha

Selama di perjalanan, Metha selalu membayangkan kejadian kemarin pagi di lapangan. Ponsel Metha berdering

087809*****
‘hy Meth. Lagi ngapain?’

082157****
‘ap ajh blh’
Jawab Metha ketus, tidak seperti dulu jika ada sms dari Reza ia selalu membalas dengan manis.

087809*****
‘Meth, please maafin gw sekarang gw sadar. Mitha bkn bwt gw’

082157****
‘0h trz ??ap hbngan.a sm gwe’

087809*****
‘ternyata org yg gw cari dr dlu it loe’

Tangan Metha basah,gemetar. Ia tidak tahu harus membalas apa….ia tidak mau mengecewakan Mitha walaupun ia masih sayang Reza
082157****
‘trz Mitha gmna ??tlg hrgain przaan adk kmbr gwe’

087809*****
‘dy ngerasa dy dan gw dah g cocok,,bgitu pun dgn gw gw g nyaman dgn dy,,’

082157****
‘oh trz mo lw ap…?’

087809*****
‘gw mw kt balikan =)’


Metha bingung, ia terus berfikir
4 menit
6 menit
10 menit
Ia terus berpikir sampai ia memberanikan diri membalas

082157****
‘yakin ?’

087809*****
‘y gw yakin I’m trust on you’

082157****
‘tp gw gk bisa bahagiain lw kyk Mitha dulu ke lw”

087809*****
‘mw balikan g?”

082157****
‘hmm…ya’

Setelah itu, Reza langsung mengambil ponselnya dan mengetik pesan untuk Mitha

087809*****
‘mith gw dah balikan sm Metha, sesuai keinginan kmu”

089812******
‘km tulus kan?’

087809*****
‘y ak tulus ak g mw ad ap2 sm sahabat ak’

Mitha mengikhlaskan itu, setidaknya ada orang yang tulus menjaga kakak kembarnya selama bulan-bulan terakhir ia menjelang ajalnya.

1 Bulan Berlalu

Waktu Reza menjaga Metha tinggal 1 Bulan, waktu bersama Metha tinggal 1 bulan, ntah kenapa dia ngerasain perasaan dia bersama Metha dulu ketika dia kelas 9 smp. Dia sudah melupakan kenangan indahnya bersama Mitha, Mitha pun begitu. Reza terasa berat melepaskan Metha 1 Bulan lagi. Sepertinya Reza sudah sayang terhadap Metha. Rasa sayang sebagai sahabat itu berubah menjadi rasa sayang yang dulu pernah ia rasai di bangku menengah pertama.lebih dalam.lebih dalam.dan semakin tidak rela reza melepaskan kepergian Metha di sisi tuhan.
“andai gue bisa jagain Metha seumur hidup gue, gue rela itu” gumam Reza sambil melirik ke mata biru jernih Metha yang tidak akan lama lagi ia lihat. “kamu kenapa?” Tanya Metha dengan lembut.sudah tidak seperti dulu yang masih sangat cuek dan selalu berbicara elo—gue, sekarang Metha telah berubah menjadi anak manis yang pelembut dan seakan masih suci tidak ada dosa setitikpun. “aku gak apa-apa”jawab Reza dengan senyuman seraya memeluk Metha.”andai gue bisa memeluk Metha, melindungi dia lebih lama”gumam Reza, tanpa disengaja, air matanya berlinang jatuh ke pundak Metha.”kamu nangis ya ?”hardik Metha.”enggak kok tadi kelilipan debu aja”jawab Reza. Metha melepaskan pelukan itu dan berkata “Za, seandainya umur aku sebentar lagi kamu masih rela meluk aku kayak tadi?” . “kamu ngomong apa sih? Aku takut kalau itu kejadian”jawab Reza pura-pura tidak tahu. “kan aku bilang seandainya” . “kamu jangan bilang itu lagi ya, aku sayang kamu” peluk Reza lebih erat.”andai kamu tahu Za, umur aku tinggal 1 bulan lagi, kalau kamu tahu mungkin kamu udah ngelepasin aku”gumam Metha dalam hatinya.”uhuk” tiba-tiba saja Metha terbatuk dan itu terus diulang”wait a minute.aku mau ke toilet”pinta Metha. “hati-hati ya”jawab Reza cemas.Metha mengancungkan jempol nya.

Setelah ia ditinggal Reza untuk menjaga Metha. Mitha belum mendapatkan pengganti Reza, walaupun Mitha sudah melupakan Reza, tapi susah untuk ‘move on’ sampai ponsel nokia terbarunya berdering.ternyata itu dari Haykal, Teman SMP Mitha

085279******
‘Mith ap kbr ?’ –haykal-‘

089812******
‘ak baik2 ja . km msk sma mn ? uda 2 tahun gag ketemu’

085279******
‘labsky, kamu kmna ??’

089812******
‘ak sosial .’

085279******
‘mau kut reunian gak ??’

089812******
‘dimana?siapa ja?kapan?’

085279******
‘wduh pertanyaan’y komplit bgd .. he..he..
di pim 2
sama 1 angkatan 2008/2009
besok jam 11
klou mau aq jmpt bsk rmh km msh yg dlu kn ??’

089812******
‘ok!bsk jmpt ak y!’

“haykal, hm udah 2 tahun gak ketemu, kangen juga..loh kok aku bisa kangen..?rasa kangennya itu beda dari aku kangen ke orang-orang.jangan-jangan?? Jangan sampe kejadian smp terulang lagi! Tapi…eng..hahaha”pipi Mitha tiba-tiba memerah.

“hayooo senyum-senyum kenapa kamu??”hardik Metha seraya dari tadi memerhatikan Mitha.”eng….eng…..enggak apa-apa!” jawab Mitha terbata-taba dan langsung segera menutup pintu kamarnya.

Esok harinya, Mitha memakai rok nya dan bajunya yang terlihat dia semakin cantik dan menawan.mobil timor terparkir di depan pekarangan rumahnya, ia segera bergegas keluar dan menemui Haykal. “makin cantik aja kamu”Haykal memulai percakapan.”hayaaah dari dulu juga gini-gini aja!haha”kata Mitha membalas. Padahal ia ingin sekali menjawab.”kamu juga makin keren”tapi seakan-akan kata-kata itu direm dari mulut manisnya.”yuk langsung ke lokasi takut macet”. Di lokasi yang dituju, banyak teman-teman lamanya, ia sesekali mengobrol.ya, memang ia merasa kangen dengan teman-teman lamanya, tapi rasa kangennya beda sekali dengan Haykal. Mata Mitha mengawasi setiap ruangan, mencari keberadaan Haykal.ketika Mitha memandang wajah Haykal,dan Haykal membalas tatapan manis itu.sesuatu bergejolak dihatinya.”my heart beating so”ucap Mitha dalam hati”god, I hope. if I falling in love again,please tell me who the best man for me/tuhan aku memohon, jika aku jatuh cinta lagi,tolong beritahu aku siapa lelaki terbaik untukku.”fikir Mitha dalam hati. Setelah reuni selesai, Haykal mengajak Mitha nonton bioskop.”mau nonton gak?aku traktir deh”.Mitha mengangguk-anggukan kepala tanda ia setuju.

Setelah pertemuan nya bersama Haykal, ia sering berkomunikasi dengan Haykal melalui SMS,Telepon,Facebook,Yahoo Messenger,maupun Windows Live Messenger. Dan secepat itu lah Mitha menyimpulkan bahwa ia sedang jatuh cinta. Setelah berhari-hari ia berkomunikasi dengan Haykal, Haykal mengajak ia bertemu kembali di Windows Live Messenger.

HaeekaLL
‘mith ketemuan yuk!?’

M!tt
‘bleh dimana?kapan?’

HaeekaLL
‘besok aja di Planet Hollywood,aq mau kenalin km ke seseorang’
M!tt
‘cp?’

HaeekaLL
‘adadeh :p’

Mitha berfikir bahwa ia akan dikenalkan dengan mamanya, “ah terlalu jauh fikiranku” fikir Mitha

M!tt
‘mau.’

HaeekaLL
‘ywdh bsk kt ketemuan jam 11’

HaeekaLL is offline.

Mitha menarik selimutnya dan pergi ke mimpi indahnya tentang Haykal

Besoknya,tepatnya hari yang ditunggu-tunggu, Mitha segera mandi,mengganti pakaiannya,dan pergi ke tempat dengan supir pribadinya. Dilihat ada Haykal. Tapi, sesosok perempuan memakai pakaian begitu menawan duduk disebelah Haykal.ketika Haykal melirik ke Mitha “sini mith!”dengan tatapan bahagia. Ingin rasanya Mitha berlari dari tempat itu dan teriak sekencang-kencangnya.tapi apa boleh buat, ia tidak boleh mengecewakan Haykal, dan….ketika Mitha duduk diantara perempuan itu dan Haykal, Mitha seakan akrab dengan sosok perempuan itu. “loh Farah? Ngapain kamu disini?”Tanya Mitha “harusnya aku yang Tanya ngapain kamu disini?”Farah berbalik Tanya.”kalian saling kenal?bagus deh”potong Haykal.”kamu siapanya Farah,Kal?”. “Haykal cowok gue”jawab Farah. Mitha berlari dan cepat meninggalkan tempat itu.Haykal berusaha mengejar,tapi tak dapat.Haykal cepat ke tempat duduknya dan “Ngapain sih kamu bilang kita pacaran?!kita kan Cuma temenan, temen lama! Temen sd! Liat , orang yang aku sayang pergi dengan rasa kecewa!”bentak Haykal kepada Farah.Farah tidak bisa hanya diam , dia menjawab “aku benci Mitha!dia itu sok imut sok baik ke semua orang! Aku muak!” jawab Farah sambil keluar dari tempat itu.kini Farah yang sewot kepada Haykal.
“Kenapa aku yang harus selalu sakit hati?”gumam Mitha seraya terisak-isak di dalam kamarnya.”apasih salah aku?berapa banyak sih dosa aku?”Tanya Mitha dan ia tertidur lelap lupa akan pertanyaan-pertanyaan yang barusan saja ia sebut.

“HAAAAA!”teriak Mitha, baru pertama kali Mitha teriak sekencang itu.”tenang,tenang,ini mama”ucap mamanya dengan lembut.”oh,maafkan aku”ucap Mitha.”apa yang kau bawa mah?” . “coba kamu tebak” jawab mama . “beasiswa?” “yup!” jawab mamanya ceria . seketika itu wajah Mitha kembali berseri. “Terima kasih mah, ini hadiah yang terindah”kata Mitha sembari memamerkan mulut manis nya dan giginya yang rapi.”jangan berterima kasih pada Mama,berterima kasih lah pada penyelenggara lomba Fisika mu tahun lalu, mulai minggu depan kamu sudah dipindah kan ke Jepang, maka cepat lah membereskan barang-barang mu!” pinta Mama. Mitha girang nya bukan main, inilah yang selama ini ia mau, menimba ilmu di negeri sakura! Yeaaah its amazing! Fikirnya, dan juga ia ingin menghindar dari fikiran tentang Haykal disana. “ini pacar baru aku! Beasiswa! Jepang! Amazing Boy Friend!” ucap Mitha girang.

Satu Minggu Berlalu

Ketika sedang membereskan bawaannya, ia teringat akan novel-novelnya yang dipinjam oleh Metha. Ia akan meminta kembali. Mitha memasuki kamar Metha “Meth..aku ambil novel-novel ku ya!”pinta Mitha. Tak ada jawaban dari Metha. Mungkin ia tertidur, fikir Mitha. Ia mendekati Metha dan mencoba melihat ciri-ciri jika Metha tertidur, yaitu tangannya yang tidak bisa diam. Ia lihat sekilas, tangan Metha diam. Lalu, ia lihat lagi ada bercak darah yang sudah kering di hidung dan di mulut Metha, darah yang sudah lama, fikir Mitha. Langsung ia memanggil kedua orang tuanya. Mama panik. Papa segera memanaskan mesin mobil untuk dipakai mengantar Metha ke rumah sakit yang selalu dikunjungi Metha berobat.

“ibu Shinta” panggil suster“saya mbak”. “tolong masuk ke ruang ya bu”.
“Metha kenapa pak?” Tanya mama . “umurnya bu, penyakitnya bertambah parah sekali. Kanker di badannya sudah menyebar ke otak. Kami sudah mencoba sebisa mungkin, tapi begini lah hasilnya bu, Metha koma. Semoga saja ada keajaiban dari tuhan dalam diri Metha agar dia bisa bertahan dalam kondisi kritis seperti ini.”penjelasan dokter panjang lebar.”astaghfirullah” mama kaget dan mengelus dadanya.”begitu cepatnya kamu meninggalkan kita semua. Kira-kira umurnya berapa lagi dok?”Tanya mama.”kurang dari 1 minggu bu”.Mama langsung keluar dan menceritakan semua omongan dokter.semua keluarga sedih.bahkan Mitha berencana membatalkan beasiswa nya. “jangan Mith, ini kan yang dari dulu kamu idam-idamkan?kenapa kamu batalkan?lanjutkan perjalanan ini nak, pak Budi akan datang 10 menit lagi untuk mengantarkan kamu ke bandara”tutur papa nya dengan bijaksana. Mitha mencoba menelpon Reza dan memberitahu kabar buruk ini. Suara Reza seperti tidak rela diseberang telpon sana.”aku akan kesana lebih cepat dibandingkan seekor kelinci berlari di musim panas”Reza begitu cemas dan menutup telponnya. Benar saja, kurang 5 menit dari telpon Reza datang ke rumah sakit. Disana hanya ada Mitha, mama dan papanya kembali bekerja walaupun tidak rela melepaskan Metha sendiri di rumah sakit. “mana Metha?” Tanya Reza cemas. “disitu.Za,aku harus pergi sekarang ke bandara.tolong jaga kakak kembar aku ya.tolong.
Selama di rumah sakit, hanya Reza yang setia menemani Metha bertaruh hidup dan matinya. 2 hari, 3 hari, 4 hari sudah ia lewati.dengan sabar dan setia ia selalu mencengkram tangan Metha yang dingin itu.Reza menemukan Laptop kecil di meja.ia membuka &menemukan cerita yang Metha karang tentang kehidupannya,dan tentang penyakitnya.tertera ditulisan itu”mungkin buku ini gak akan pernah ada yang tahu sampai akhir umur gue” berlinang air mata Reza.baru kali ini ia menangis dengan lepas.ia kembali menjaga Metha hari ke 5, Metha masih belum siuman.hingga hari ke 6 pukul 10.43 Metha membuka matanya yang terakhir kali dan melemparkan senyum kepada Reza, ia mulai siuman.Reza begitu bahagia melihat Metha sudah kembali.tapi tanpa diduga,itu senyuman terakhir Metha sebelum ia dipanggil tuhan.Metha tak berucap apapun.dan ia langsung terlelap untuk selamanya.
Tamat Dengan Tangan Pegel.

Komentar